DSCN2171HARI ini adalah hari yang bersejarah bagiku. Aku resmi bersekolah, walau sekolahnya cuma main-main. Kok main-main? Ya iyalah, karena aku sekolah di playgroup sebuah Taman Kanak-kanak yang berada sekitar 100 meter dari rumahku. TK Fadhillah Amal, itu namanya.
 
Sebenarnya ayah bunda sudah lama berencana memasukkan aku ke playgroup. Sebelum menjatuhkan pilihan ke TK sekarang, terlebih dahulu dilakukan survei. Ada 3 kandidat. Pertama TK Khusnul Khatimah yang berjarak sekitar 1 km dari rumah. Lalu TK Planet Kids tempat bunda mengajar di Muaro Penjalinan yang jauhnya ada 5 kiloan dari tempat tinggal kami. Dan tempat terakhir adalah TPA Dian Andalas yang ada di kawasan Jati yang jelas jauh dari rumah, tapi cukup dekat dari kantor ayah.

Akhirnya pilihan dijatuhkan ke TK Fadhillah Amal karena alasan dekat dan tidak merepotkan banget. Cukup jalan kaki, sampe di rumah. Walau secara fasilitas TK ini masih jauh dari 3 kompetitornya di atas, namun alasan bahwa aku sekolah untuk berinteraksi dengan anak-anak sebaya dekat rumah, menjadi pertimbangan utama. Karena dengan merekalah nanti aku berteman, lantaran tinggal saling berdekatan.

Maka jadilah hari pertamaku sekolah sebagai hari yang melelahkan. Kok? Ya iyalah.., aku harus bangun pagi. Padahal semalam aku tidur larut sekali, karena sibuk nyetrika bajuku (halah!) dan bermain dengan ayah yang memang pulang larut. Saat dibangunkan untuk mandi pagi, aku nolak banget. Berbagai cara dan bujuk rayu dipakai ayah bunda agar aku mau. Tetap aku gak mau. Habis ngantuk banget. 

DSCN2180Setelah bunda mengeluarkan jurus pamungkas bahwa aku akan diajak ke sekolahnya (terbayang ayunan, seluncuran dan banyak mainan lainnya), barulah aku bangkit dari tidurku. Habis mandi, pakai baju pink dan celana jeans plus jilbab (bukan baju seragam, karena sebagai anak baru aku tentu belum mendapatkannya), sarapan secukupnya, aku lalu diantar bunda ke sekolah baruku itu.
 
Di saat bunda mendaftarkan diriku, aku mulanya malu-malu, setelah itu laju-laju, he3x. Hanya beberapa menit, aku langsung “menguasai medan”. Bergabung dengan kawan-kawan baru, mencoba mainan yang ada di situ. Tak lama berselang, bunda lalu pulang untuk selanjutnya langsung berangkat ke sekolahnya bareng ayah. Tinggallah aku dengan suasana baru dan lingkungan baru itu. Dan seperti biasa, aku tentu sudah bisa beradaptasi dengan ekosistem baruku itu. Lasak. Dan tentu bikin pusing guruku. He3. Disya gitu lho!
 
Jam setengah sebelas, aku diperbolehkan pulang dijemput tante Devi. Sampe di rumah, aku langsung terkapar lelap karena kecapekan dan ngantuk banget. Oahhhhhh… Sudah dulu ya, Disya mau istirahat dulu. See you, semuanya (***)