AKHIRNYA aku bertemu juga dengan Bunda Alif. Sebelum-sebelumnya aku hanya mendengar suaranya dari balik telepon. Betapa senangnya hatiku bisa ketemu langsung dengannya. Di awal pertemuan, tentu saja aku sedikit jaim alias malu-malu. Maklumlah, baru ketemu dan belum kenal wajah sama sekali. Hanya berbilang menit, akhirnya kami langsung akrab. Saking akrabnya, aku memanggilnya Ibuk.
Dalam pertemuan pertama kali itu, seminggu lalu, aku bersama ayah mengajak Ibuk keliling Kota Padang. Melihat pantai, dan makan siang bersama di rumah makan Lubuk Idai. Di sini, aku menjadi seleb yang tengah foto session. Karena Ibuk memotoku dengan beragam ekspresi. Hasilnya? Sebagian bisa dilihat di image header blogku ini. Cantik bukan? He3x.
Lihat juga karya foto Ibuk di bawah ini. Cantikkan?

Selain keliling Padang, beberapa hari kemudian kami juga keliling Sumbar. Kali ini, bunda, tante Devi dan tante Cici juga turut serta. Kami pergi ke Danau Kembar, Danau Singkarak, Batusangka, dan Bukiktinggi. Sayangnya Ibuk hanya sebentar di Padang, karena beliau harus kembali ke Jogja.
Saat melepas dirinya masuk ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM), aku sempat menangis lho. Hatiku sedih harus berpisah dengan Ibuk yang baik hati ini. Kapan-kapan kemari lagi ya Buk
Oh iya, dari Ibuk aku dapat kado lho. Satu stel pakaian berwarna pink. Aku suka banget. Makasih ya Buk. Muahhh…, salam buat Kak Alif dan Babe. (***)











3 comments
Comments feed for this article
Januari 20, 2008 pada 8:52 am
unai
Cantik….ibuk kangen deh
Januari 25, 2008 pada 10:41 pm
ema
wah,sayang ya si ibuk nggak lama di padang.tapi yg penting seneng dong bisa ketemu. wah disya dah besar ya en manis lagi:)
Maret 5, 2008 pada 11:06 am
putirenobaiak
wah fotogenic nih disya, yang motret juga cakep oi!
kapan disya main ke Medan?